BERITA

Workshop Kebangsaan : Membangun Sinergitas 4 Pilar (TNI-Polri-Kemenag-Pemda) dan Masyarakat

15 November 2022

Workshop Kebangsaan : Membangun Sinergitas 4 Pilar (TNI-Polri-Kemenag-Pemda) dan Masyarakat

Selama sebulan ini Polres Sukoharjo menggelar acara deradikalisasi di dua tempat. Pertama yakni dialog kebangsaan di kawasan Solo Baru Sukoharjo, Selasa (8/11/2022).

Sementara, acara kedua yakni Polres Sukoharjo melalui Polsek Kartasura menggelar Workshop Kebangsaan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Kabupaten Sukoharjo khususnya di wilayah Kartasura. Workshop Kebangsaan mengusung tema Membangun Sinergitas 4 Pilar (TNI-Polri-Kemenag-Pemda) dan Masyarakat di Kantor Kecamatan Kartasura pada Selasa (15/11/2022).

“Kami dari Muspika Kecamatan Kartasura mengadakan Workshop Kebangsaan yang membangun sinergitas 4 pilar yaitu TNI, Polri, Kementerian Agama [Kemenag] dan Pemda. Dengan tujuan menekan intoleransi, radikalisme dan terorisme,” terang Kapolsek Kartasura, AKP Mulyanta mewakili AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat dijumpai dalam kegiatan pada Selasa. Sasaran kegiatan tersebut mengarah pada masyarakat tingkat bawah sehingga Pemerintah Desa/Kelurahan, tokoh agama hingga tokoh masyarakat RT/RW yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi peserta kegiatan.

Sosialisasi dilakukan untuk mengenalkan sejak dini kepada masyarakat terkait paham-paham yang akan menciderai keutuhan NKRI. Mengingat, semua orang berportensi kena paham radikal.
“Kami berusaha memberi gambaran kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau mengambil ilmu-ilmu ke arah radikalisme. Saat ini Densus 88 tidak hanya menyasar pada tingkat Kabupaten tetapi juga sampai ke tingkat kecamatan,”terang AKP Mulyanta. Dia berharap kasus-kasus penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme tidak terjadi lagi di wilayah Kartasura.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Perwakilan Densus 88 Kompol Agus Isnaini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol), Gunawan Wibisono, Kepala Kemenag Kabupaten Sukoharjo, Muh Mualim, Wakapolres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Sukoharjo, Muh Mualim dalam kegiatan tersebut menyampaikan terkait moderasi beragama. “Kita harus beragama secara moderat, karena perbedaan adalah sunatullah. Penting untuk kita jaga persatuan dan kesatuan, bersatu dalam perbedaan. Meskipun berbeda kita harus tetap bersatu dalam bingkai NKRI,” terang Muh Mualim. Dia juga menyinggung perihal wawasan kebangsaan, menurutnya harus memiliki rasa syukur menjadi warga negara Indonesia. Dengan rasa syukur itu bisa mengelola perbedaan, sebab menurutnya banyak negara gagal mengelola perbedaan sehingga timbul peperangan dan perpecahan.

 

sumber : https://www.solopos.com/waspada-semua-warga-sukoharjo-berpotensi-kena-paham-radikal-1472880?utm_source=terkini_desktop

Share :