Bupati Sukoharjo Tegaskan Pentingnya Flyover di Simpang Tugu Kartasura

https://img.solopos.com/thumb/posts/2019/01/20/966405/kartasura.JPG?w=600&h=400

Pemkab Sukoharjo terus mematangkan rencana pembangunan jalan layang (flyover) di Simpang Tugu Kartasura. Feasibility study (FS) atau kajian kelayakan dan teknis terkait rencana pembangunan jalan layang segera disusun.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan pembangunan jalan layang di Simpang Tugu Kartasura mendesak direalisasikan mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan itu. Kepadatan lalu lintas itu terutama saat di jam sibuk seperti berangkat dan pulang siswa sekolah maupun karyawan.

Simpang Tugu Kartasura yang merupakan titik pertemuan arus kendaraan baik dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya serta Yogyakarta ke Solo ataupun sebaliknya sangat rawan macet.

Dengan demikian diperlukan solusi guna mengurai kepadatan lalu lintas di sana. “Solusinya memang butuh flyover di sana. Kebutuhan flyover ini akan kami ajukan ke pemerintah pusat karena butuh anggaran yang cukup besar,” katanya ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (20/1/2019).

Ihwal desain atau konsep pembangunan flyover, Wardoyo mengatakan masih perlu dikaji kelayakan dan teknisnya. Wardoyo menguraikan pembangunan jalan layang bisa dibangun berbentuk Y atau lainnya.

Menurut dia yang terpenting jalan layang ini mampu mengatasi persoalan kepadatan arus lalu lintas baik kendaraan dari arah Semarang ke Solo atau sebaliknya serta dari arah Yogyakarta ke Solo dan sebaliknya.

Selain itu dalam pembangunan flyover ke depan diharapkan tidak ada crossing di jalan tersebut sehingga menimbulkan persoalan baru.

“Konsep desainnya nanti seperti apa masih menunggu kajian kelayakan dan teknisnya. Kalau ini selesai bisa dilihat bagaimana kebutuhannya dan desain yang pas,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indriyanto mengatakan kajian kelayakan dan teknis rencana pembangunan flyover segera dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait lainnya. Kajian kelayakan dan teknis ini dinilai penting sebelum melangkah dalam penyusunan desain pembangunan flyover di Simpang Tugu Kartasura.

Dia tak memungkiri kepadatan lalu lintas di wilayah Kartasura, terutama Simpang Tugu Kartasura hingga Pabelan meningkat seiring pengoperasian tol Trans Jawa, di mana salah satu pintu tol berada di perbatasan Ngasem-Kartasura.

“Terjadi titik pertemuan arus dari Semarang-Yogyakarta dan Solo-Yogyakarta, Solo-Semarang maupun sebaliknya di Simpang Tugu itu. Kepadatan lalu lintasnya setiap hari sangat tinggi,” katanya.

Menurut Djoko, keberadaan alat peraga isyarat lampu lalu lintas (APILL) dari Simpang Tugu Kartasura ke arah Yogyakarta dan hanya berjarak sekitar 200 meter juga menyumbang kepadatan di sana.

”Jadi solusi yang tepat untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di sana adalah dibangun flyover,” katanya.

 

sumber : https://soloraya.solopos.com/read/20190120/490/966405/bupati-sukoharjo-tegaskan-pentingnya-flyover-di-simpang-tugu-kartasura

Share