Sukoharjo Terapkan E-Pajak Mulai Agustus

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2018/03/27/851472/N5vCpUgDKa.jpg?w=650

Pemkab Sukoharjo mulai Agustus mendatang bakal memberlakukan mekanisme pembayaran pajak  daerah berbasis elektronik atau online (e-pajak). Hal ini bertujuan memberikan kemudahan bagi para wajib pajak saat membayar pajak daerah.

Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo menggelar sosialisasi penerapan e-pajak di Gedung Setda Sukoharjo, Kamis (5/7/2018). Sosialisasi dihadiri puluhan wajib pajak dari hotel, restoran, serta tempat hiburan. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan dengan peserta wajib pajak air tanah dan reklame pada Rabu (4/7/2018).

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo, Sumini, mengatakan penerapan e-pajak ini menyusul surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang transaksi keuangan nontunai. Pemerintah daerah diminta menerapkan e-pajak.

Berbagai macam transaksi keuangan tak lagi dibayarkan dalam bentuk tunai melainkan elektronik. “Mudah-mudahan e-pajak bisa diterapkan pada Agustus mendatang. Kami menyosialisasikan kepada para wajib pajak di Sukoharjo,” kata dia, Kamis.

Para wajib pajak tak perlu mendatangi Kantor BKD Sukoharjo untuk membayar pajak. Mereka bisa mengunduh aplikasi e-pajak di Google Play Store. Setelah mengisi identitas diri secara lengkap, masing-masing wajib pajak bisa membayar pajak melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau bank.

Penerapan e-pajak memangkas birokrasi pembayaran pajak daerah sehingga lebih efisien dan efektif. “Para wajib pajak tak usah membawa uang menuju kantor BKD Sukoharjo untuk membayar pajak. Cukup mengisi identitas diri dan objek pajak di aplikasi Android dan membayar di mesin ATM,” ujar dia.

Menurut Sumini, program serupa telah diterapkan di beberapa daerah di Soloraya. Hal ini untuk memberikan kemudahan bagi para wajib pajak yang hendak membayar pajak. Ke depan, pembayaran pajak daerah bisa melalui transaksi perbankan elektronik atau e-banking.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sukoharjo. Selain itu, kawasan Solo Baru yang menjadi pusat bisnis di Kabupaten Jamu menjadi daerah potensial penyumbang PAD Sukoharjo.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Sukoharjo, Eko Adji Arianto, menyampaikan penerapan e-pajak untuk menggenjot pemasukan PAD Sukoharjo dari pajak daerah. Nilai PAD Sukoharjo diproyeksikan naik sekitar 10 persen dari Rp300 miliar menjadi Rp330 miliar pada 2019.

 

sumber : http://soloraya.solopos.com/read/20180709/490/926842/siap-siap-sukoharjo-terapkan-e-pajak-mulai-agustus

Share