Satlantas Polres Sukoharjo Bentuk Satgas Reaksi Cepat Tangani Kecelakaan

http://images.solopos.com/2017/10/2310-laka-kereta-mayang.jpg

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo membentuk satuan tugas (satgas) Traffic Accident Analysis (TAA) Quick Respons untuk memberikan penanganan cepat terhadap kecelakaan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, sebanyak 531 personel lintas instansi disiagakan selama pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 atau Operasi Lilin Candi 2018. Mereka akan dibagi ke dalam empat pos pengamanan (pospam) dan sebagian lagi kelompok mobile atau berkeliling di jalur arus mudik Natal maupun di gereja-gereja yang merayakan Natal.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Radipta, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, pada Sabtu (23/12/2017), mengatakan empat pospam itu ditempatkan di Proliman Sukoharjo, Solo Baru, Grogol, Polsek Kartasura, dan Goro Assalam, Kartasura. Mengenai Satgas TAA, Kasatlantas mengatakan tugas utama mereka menangani setiap peristiwa kecelakaan di wilayah Sukoharjo secara cepat, tepat, dan profesional.

“Satu tim TAA sudah disiapkan selama Operasi Lilin Candi ini. Anggota tim akan bergerak langsung ke lokasi untuk menangani dengan cepat, tepat, dan profesional.”

Kasatlantas menjelaskan dalam bertugas tim akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten atau PMI atau tim medis lain untuk menyediakan mobil ambulans, pemilik mobil derek, dan bengkel-bengkel kendaraan. Tim beranggotakan enam orang di bawah kendali Kasatlantas serta bertugas selama 24 jam setiap hari selama operasi.

“Kami mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati serta mengutamakan keselamatan mengingat long weekend ini akan dimanfaatkan untuk berlibur. Dampaknya arus lalu lintas di jalan bertambah banyak,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres menegaskan kekuatan pengamanan selama Hari Natal dan Tahun Baru berjumlah 531 personel, terbagi atas personel Polres dibantu personel Brimob, TNI, Satpol PP Sukoharjo, Senkom, personel BPBD, petugas kesehatan, anggota linmas, dan petugas Dishub.

Pada Jumat (22/12/2017), Kapolres bersama anggotanya melakukan pengecekan gereja di Kabupaten Sukoharjo. Pengecekan bertujuan melihat kesiapan panitia gereja dan petugas keamanan sehingga saat kegiatan berjalan aman dan nyaman.

Metal detector akan digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Jika metal detector tidak ada tas bawaan jemaah akan diperiksa namun seizin pengurus gereja.

Perwira melati dua ini menjelaskan sepekan lalu pengurus gereja se-Sukoharjo sudah dikumpulkan dan menyampaikan perayaan Natal digelar dengan cara bervariasi. “Namun demikian pengamanan gereja tetap dilakukan petugas kepolisian. Petugas Polsek diharapkan juga melakukan pengamanan kegiatan gereja.”

Kapolres menambahkan sistem pengamanan akan disesuaikan dengan situasi lapangan. Menurutnya, polisi berseragam akan dilengkapi dengan senjata dan pengamanan gereja dilakukan secara terbuka dan tertutup.

”Dilihat situasinya artinya kelengkapan bersenjata memang wajib bagi petugas berseragam dinas untuk menggunakan senjata. Sedangkan penggunaan metal detector akan diprioritaskan di lokasi yang memungkinkan,” katanya.

Pada prinsipnya, Kapolres menegaskan pengamanan diberikan oleh polisi baik untuk gereja dengan jemaah besar ataupun kecil. Pada H-1 sebelum kegiatan akan dilakukan sterilisasi karena pelaksanaan kegiatan akan dimulai pada 24 Desember malam. Menurutnya, persiapan telah dilakukan secara maksimal.

“Teror dan aksi ancaman bisa mengganggu perayaan Batal dan tahun baru. Untuk itu sesuai amanah Kapolri bahwa terorisme dan aksi yang mengancam bisa mengganggu natal tetap menjadi sasaran prioritas kita untuk dicegah.”

 

sumber : http://www.solopos.com/2017/12/23/satlantas-polres-sukoharjo-bentuk-satgas-reaksi-cepat-tangani-kecelakaan-879290

Share