Jangan Tidur Habis Sahur

https://2.bp.blogspot.com/-0CkjV2H8eJc/WSfk_MBouRI/AAAAAAAAApg/HlM8GKjD2IIEdMdkW0GU5d_n_XDwbvh6ACLcB/s640/sahur.jpg

Biasanya usai sahur dan melaksanakan Salat Subuh, godaan untuk kembali tidur sangatlah kuat. Suasana pagi yang masih dingin membuat orang semakin nyenyak terlelap. Namun hati-hatilah, jika kebiasaan tidur ini diteruskan, maka akan ada beberapa gangguan kesehatan yang muncul. Di antaranya:

1. Penimbunan Lemak
Kebiasaan tidur usai sahur dapat menyebabkan kegemukan, apalagi bagi orang dengan riwayat gemuk. Potensi penimbunan lemak bisa dua kali lipat. Terlebih jika mengonsumsi makanan berlemak atau makan makanan yang digoreng. Hal ini bisa memperburuk kesehatan, terutama bagi yang sedang diet dan ingin melangsingkan tubuh.

2. Peningkatan asam lambung
Proses pencernaan makanan melibatkan makanan. Jadi, setiap ada makanan masuk ke tubuh, asam lambung pun akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya, nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung.
Posisi telentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan. Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka. Rasa panas di dada, tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya refluks. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna dulu sebelum kita memutuskan tidur.

4. Ganggan saluran pencernaan
Normalnya, pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun, posisi berbaring saat tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Jika hal ini terus menerus terjadi, maka gangguan pencernaan seperti diare ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan yang masuk ke dalam perut. Oleh karena itu, sebaiknya menghindari makanan kaya lemak, kaya gula, dan kafein dalam menu sahur. Perbanyaklah makan buah dan sayur agar proses pencernaan menjadi lancar.

5. Stroke
Alasannya cukup jelas bahwa saat tidur, aliran darah ke otak harus tetap terjaga sesuai kebutuhan. Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka suplai aliran darah menjadi terbagi. Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan, terutama saat makan sahur untuk puasa.

 

sumber : http://radarsolo.jawapos.com/read/2017/06/04/7796/jangan-tidur-habis-sahur

Share